Perencanaan dan pengembangan karier pada diri anda

3 03 2008

Pendahuluan

Aktivitas – aktivitas seperti penyaringan, training dan penilaian memiliki dua fungsi pokok dalam organisasi. Pertama, adalah fungsi tradisional yaitu untuk mengadakan staf bagi organisasi, mengisi lowongan posisi dengan pegawai yang memiliki minat, makin mengambil bentuk fungsinya yang kedua, yaitu memastikan bahwa minat pegawai dalam jangka panjang dilindungi oleh organisasi dan, khususnya para pegawai di dorong untuk berkembang dan menyadari potensinya secara penuh. Kecenderungan untuk mengacu staffing atau manajemen personalia sebagai perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia mencerminkan peranan atau fungsi yang kedua itu. Asumsi dasar, apabila implicit, yang mendasari focus pada perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia karenanya adalah bahwa perusahaan berkewajiban memanfaatkan kemampuan penuh para pegawainya, dan untuk memberikan kesempatan bagi setiap pegawai untuk menumbuhkan dan menyadari potensinya secara penuh. Bagi sebagian ahli hal ini berarti bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja para pegawainya : sekalipun demikian, perlu diperhatikan bahwa “kualitas kehidupan kerja” tidak hanya mengacu pada hal – hal seperti kondisi kerja atau upah tetapi juga pada sejauh mana setiap pegawai dapat mendayagunakan kemampuannya, menggeluti pekerjaan yang diminatinya, dan memperoleh training dan bimbingan yang memungkinkan orang itu terikat dalam pekerjaan yang memberinya kesempatan memanfaatkan potensinya secara penuh.

Perencanaan dan pengembangan karier

Salah satu bentuk kecenderungan hal ini terwujud dalam meningkatnya jumlah manajer yang menaruh perhatian besar pada perencanaan dan pengembangan karier. Dengan kata lain, suatu penekanan pada pemberian bantuan dan kesempatan bagi para pegawai yang memungkinkan mereka untuk menyusun tujuan karier yang realistic, dan menyadari tujuan tersebut. Para ahli percaya bahwa pemberian kemungkinan bagi para pegawai untuk mencapai tujuan kariernya yang lebih luas dan realistic merupakan tujuan utama sistem personalia suatu perusahaan, sebagian karena mereka yakin (untuk mengulang) bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk membantu para pegawainya menyadari kemampuan mereka, dan sebagian lagi karena mereka percaya bahwa dengan mengintegrasikan “karier” individual dengan “karier” perusahaan, maka keduanya akan memperoleh keuntungan. Bagi pegawai, keuntungan yang jelas adalah kepuasan, pengembangan pribadi, dan kehidupan kerja yang berkualitas. Bagi perusahaan hal itu dapat meningkatkan level produktivitas, kreativitas dan efektivitas jangka panjang karena perusahaan akan diperkuat dengan kader-kader yang terdiri dari pegawai yang sangat merasa terikat yang terlatih dan dikembangkan secara seksama untuk melaksanakan pekerjaan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: