Jadikan batik anda senantiasa indah

3 03 2008

Salah satu kekayaan budaya Indonesia yang terus dilestarikan adalah batik. Kadang di dalam sebuah keluarga, batik bagaikan sebuah warisan yang diberikan turun temurun dari nenek, ibu, cucu dan seterusnya.

Rumit. Satu kata yang sangat tepat menggambarkan proses pembuatan batik. Membutuhkan jiwa seni yang tinggi, ketelitian dan kesabaran dari pembuatnya. Beragam macam batik dapat ditemukan di Indonesia dengan ciri khasnya sendiri. Proses pembuatan batik pun menjadi salah satu objek wisata di berbagai daerah. Bahkan, kain batik sering dijadikan salah satu warisan turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Nilai seni sekaligus budaya yang terkandung di dalam kain batik mendorong kita untuk merawat dengan baik. Kain batik tidak dapat sembarang disimpan, karena bila salah dapat membuat warnanya pudar dan lembab sehingga menjadi lapuk. Berikut tip untuk merawat kain batik anda :

  1. Sesudah dipakai, kain batik tidak perlu langsung dicuci. Sebaiknya jain batik diangin-anginkan terlebih dahulu, namun tidak dibawah sinar matahari langsung agar warnanya tidak cepat pudar.
  2. Jangan gunakan mesin cuci saat mencuci dan cukup dengan dikucek secara pelan. Sebaiknya, cucilah kain batik anda dengan menggunakan sabun khusus untuk batik yaitu lerek. Namun bila susah dicari dapat menggunakan sabun mandi dan jangan menggunakan deterjen. Bahkan bila tidak terlalu kotor cukup dengan menggunakan air hangat.
  3. Mengeringkan kain batik tak perlu dipelintir, tapi langsung direntangkan dan dijemur tapi tidak terkena sinar matahari langsung.
  4. Sebaiknya kain batik tidak perlu disetrika. Apabila harus disetrika karena kusut, letakkanlah kain di atas kain batik bari disetrika. Jadi panas setrika tidak langsung mengenai permukaan kain batik.
  5. Simpanlah kain batik dengan cara digulung atau dimasukkan kedalam plastic untuk menghindari ngegat. Jangan gunakan kapur barus didalam lemari karena bahannya terlalu keras sehingga dapat merusak kain batik itu sendiri.
  6. Ingatlah suhu penyimpanan kain batik tidak boleh terlalu lembab karena dapat menyebabkan kain menjadi lapuk. Semoga batik anda tetap abadi.

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: