Gains and losses

3 03 2008

Gains and losses merupakan favorable & unfavorable events yang tidak berhubungan langsung dengan operasi utama perusahaan, untuk menentukan apakah biaya/revenue merupakan bagian dari normal revenue-producing activities tidaklah gampang, karena kegiatan yang tidak normal pada umumnya bersifat sporadic.Tujuan daripada pemisahan ini adalah untuk memberikan informasi atas kegiatan perusahaan selama operasi perusahaan, sehingga akan mempermudah dalam proses perbandingan antara masa lalu dengan masa yang akan datang.

Menurut APB statement pembedaan gains and losses dengan kegiatan yang utama, lazimnya gains and losses dikelompokkan sebagai extradionary gains and losses.

Gains
Gains dapat berbentuk transaksi pemberian (hibah) atau transaksi penjualan asset bukan inventory, misalnya aktiva tetap. Hibah: Gains karena hibah dapat menaikkan nilai capital, penilaian gains dilakukan dengan current value dari asset yang diterima.

Penjualan atau pertukaran asset : gains yang timbul dari transaksi ini merupakan selisih antara segi-segi favorable dengan unfavorable, penilaiannya dengan current value. Untuk yang favorable sama dengan penilaian revenues dan yang unfavorable sama dengan expenses, misalnya cost/book value. Sedangkan utk kejadian karena perubahan nilai uang, penggunaan dasar cost / historical cost tidak tepat dan biasanya perubahan ini merupakan restatement of capital dan bukan kenaikan dalam retained earning.

Timing : timing gains penentuannya sama dengan penentuan revenue. Tetapi biasanya gains diakui kalau ada kepastian atas harga pasar.

Di amerika serikat akhir2 ini banyak dianut praktek akuntansi yang mencatat gains and losses atas investasi yg berupa saham (marketable securities) apabila ada perubahan harga saham, meskipun terjadi transaksi penjualan. Hal ini dapat diterima dengan alasan sifatnya verifiable dan liquidity.

Losses
Losses, adalah value expiration yang tidak ada hubungan dengan kegiatan normal utama perusahaan. Pengukuran losses sama dengan pengukuran expenses. Suatu losses janganditunda atau digeser ke periode berikutnya kalau jumlahnya sudah jelas dan sapat diukur.

APB statement no 3, menyatakan : “suatu index tingkat harga umum, bukan index harga untuk barang dan jasa tertentu, seharusnya dipakai sebagai dasar penyusunan laporan keuangan…..Tujuan restatement tingkat harga umum adalah merestatement laporan keuangan yang menggunakan dollar histories dengan perubahan2 daya beli umum daripada dollar, dan tujuan ini hanya dapat dicapai dengan penggunaan tingkat hatga umum”.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa penyajian gains and losses dalam laporan keuangan tidak menguraikan secara rinci hasil & bebannya, tetapi cukup menyajikan hasil bersihnya saja, misalnya laba/rugi penjualan aktiva tetap.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: