Berkendara dalam guyuran hujan

3 03 2008

Walaupun dalam pelajaran geografi di sekolah kita pernak dicekoki bahwa musim hujan di Indonesia turun antara bulan Oktober dan Mei, namun pada kenyataannya, sebagai Negara yang terletak di garis ekuator, hujan dapat turun kapan saja.

Untuk mengantisipasi hujan yang sering datang tanpa diundang itu, ketika sedang mengendarai mobil, sebaiknya :

  1. Mengurangi kecepatan : Terlebih bila hujan turun dengan deras, jarak pandang yang terbatas dan jalanan yang licin akan lebih berbahay. Melibas genangan air dengan kecepatan tinggi misalnya, akan beresoko kehilangan kendali. Atau bisa saja mesin mati skibst terciprat air , sehingga melaju pada kecepatan rendah akan lebih aman. Terlebih juka harus berhenti mendadak karena jaraj henti pengereman pada jalan basah dua hingga tiga kali lebih panjang dibandingkan pada jalan kering.
  2. Melaju dijalur tengah : Untuk menghindari genangan air di sisi-sisi jalan, lebih aman kalau melaju di tengah jalur.
  3. Setel radio : Pilih stasiun radio yang menyajikan pantauan kondisi cuaca dan lalu lintas di sekitar area berkendara, sehingga anda bisa mencari jalur alternative yang aman.
  4. Rawat mobil : Dalam kondisi hujan lebat, menghidupkan lampu utama mobil adalah tindakan yang tepat agar pengendara lain dapat melihat mobil anda, sekaligus memperjelas jarak pandang anda sendiri sebagai pengemudi. Oleh karena itu periksalah selalu kondisi lampu utama, lampu rem dan lampu belok agar bekerja sempurna. Periksa pula kondisi ban, tekanan angin dan kondisi tapaknya. Mengendarai mobil dengan ban yang kurang atau kelebihan tekanan angin sangat berbahaya saat hujan. Pastikan juga kondisi wiper masih bagus. Secara berkala bersihkan kaca depan dan jendela lainnya dari dalam maupun luar agar bersih sempurna.
  5. Jangan ragu untuk menepi dan berhenti : Bila jarak pandang semakin pendek, tidak perlu ragu untuk menepi di tempat yang aman hingga hujan mereda. Hindarkan memarkir mobil di bahu jalan untuk menghindari kecelakaan dan hidupkan terus lampu hazard. Bila mobil tegelincir, jangan panic dengan menekan pedal rem keras-keras untuk menghentikan mobil yang tidak terkontrol. Sebaliknya, tekan pedal rem pelan tapi pasti, dan arahkan kemudi kemana pun mobil bergerak. Jika sudah terkendali, baru arahkan mobil ke jalur semula. Bagi mobil yang dilengkapi ABS (anti breaking system), justru pengemudi harus menekan pedal rem secara kuat, terus menerus, dan tidak terlalu dipompa.

Selamat menikmati hujan sambil berkendara


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: