Kas dan arus dana

3 03 2008

Pengertian umum
Pengertian kas. Menurut akuntansi adalah uang tunai atau setara kas yang dapat diartikan termasuk uang yang ada di bank, check yang ada di kasir dan materai.

Menurut Finney and Miller cash : “is a coin,paper money, bank balances, and other media of exchange suvh as checks, bank draft, cashier’s checks, and postal money order…..”, tidak termasuk perangko-perangko diakui sebagai biaya yang dibayar dimuka (prepaid payment). Dengan demikian kas merupakan kelompok perkiraan neraca, termasuk unsur aktiva lancar (current asset).

Dalam penyajian kas dan uang yang ada di bank, secara akuntansi dapat di sajikan secara terpisah maupun digabungkan, kalau digabungkan maka perkiraannya di sajikan kas dan Bank, sedangkan kalau secara terpisah di dalam neraca, maka posisi perkiraan kas ada diatas posisi perkiraan bank. Pencatatan akuntansi kas dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu “catatan kas masuk (Cash receipts) dan catatan kas keluar (cash disbursements)”.

Pengukuran (measurement) kas:
Pengukuran-pemgukuran dalam akuntansi sebenarnya didasarkan pada arus kas (cash flows), baik cash inflow maupun cash outflows. Penjelasan mengenai dasar pengukuran sebetulnya sudah banyak dinahas dalam pembahasan materi-materi pokok, sehingga untuk pembahasan kas dan arus dana penulis tujukan kepada jenis-jenis model arus kas.
Cash flow statement pada saat ini merupakan laporan pelengkap utama yang harus disajikan oleh manajemen dalam setiap penyajian laporan keuangan secara lengkap. Tujuan laporan cash flow pertama adalah memberikan informasi arus kas yang akan membantu investor dan kreditor meramal jumlah kas dimasa yang akan datang untuk penilaian deviden yang akan diterima dan pembayaran bunga dan pokoknya. Tujuan kedua adalah membantu mereka mengevaluasi resiko yang mungkin terjadi berkaitan dengan penentuan present value dari surat-surat berharga misalnya.

Arus kas dan tujuan prediksinya, seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa net income merupakan indikasi kemampuan membayar deviden, namun untuk melakukan pembayaran deviden tidaklah semudah yang dibayangkan, karena harus diperhitungkan tentang arus kas perusahaan.

Arus kas dapat digunakan sebagai:
Menentukan tingkat kebutuhan perusahaan untuk memegang atau menahan uang dalam bentuk kas untuk mempertahankan kontinuitas operasi perusahaan.
Sikap perusahaan terhadap pembagian deviden atau penanaman kembali keuntungan didalam perusahaan dalam bentuk investasi dan sebagainya.

Penyajian informasi arus kas (cash flow)
Penyajian informasi arus kas harus memperhatikan perilaku arus kas yaitu yang bersifat recurring dan non recurring flows. Arus kas yang recurring dikelompokkan berdasarkan produk dan sifatnya, yaitu apakah commited (sudah terikat) atau discretionary (bebas). Non recurring dan discretionary harus diklasifikasikan sedemikian rupa sehingga pembaca dapat meramalkan, misalnya capital expenditure tersebut merupakan pengganti yang akan menjamin kontinuitas operasi perusahaan atau merupakan penambahan kapasitas yang dapat membawa tambahan penerimaan kas dikemudian hari.

Konsep arus dana

  1. Short-term monetary assets
  2. Net monetary assets
  3. Working capital
  4. All financial resources
  5. All significant events

Penjelasan:
Short-term monetary assets: adalah perhitungan arus kas berdasarkan pada monetary assets yang mempunyai sifat mudah dikonversi kedalam kas untuk tujuan praktis dapat diperlakukan sebagai kas (near cash item) misalnya surat berharga yang dapat segera terjual. Contohnya: Treasury notes, saham promissory notes.
Keuntungannya: konsisten dengan konsep constructive receipt of cash.

Net monetary assets flows: dalam metode ini monetary assets tersebut diatas diperluas dengan jalan mengurangi kewajiban-kewajiban jangka pendek yang masih memerlukan proses cash yang agak panjang misalnya persediaan, jadi konsep ini adalah konsep net quick assets.
Keuntungannya: konsisten dengan konsep constructive out flow of cash.

Working capital concept of funds: konsep ini merupakan konsep yang paling tradisional, dana diartikan sebagai net current resources yang tersedia untuk dipergunakan. Keuntungannya adalah konsep ini dapat langsung dikaitkan informasi keuangan, neraca dan laporan laba-rugi, berhubungan dengan akuntansi tradisional, menyajikan informasi likuiditas umum perusahaan.

All financial resources concept: salah satu kritik terhadap working capital concept adalah diabaikannya beberapa transaksi antar perusahaan, karena transaksi ini tidak mempengaruhi working capital. Dalam perhitungan konsep ini semua sumber dana diperhitungkan.

All significant financial event approach: dalam konsep ini semua transaksi penting harus di disclose, pos-pos working capital yang penting akan disajikan tersendiri.
Dalam APB opinion no. 9, menyimpulkan semua transaksi antar perusahaan harus dilaporkan dalam laporan cash flow, seperti perolehan aktiva tetap melalui emisi saham.
APB opinion no. 30, ditegaskan bahwa transaksi dan peristiwa harus diklasifikasikan mana yang recurring dan non recurring.

Kesimpulan:
Laporan arus kas (cash flow) merupakan informasi yang sangat penting, hal ini dinyatakan oleh beam dan strewser dalam hasil studinya yang menyatakan bahwa cash flow menjadi preferensi bagi respondennya.

Teori akuntansi model Italia
Teori akuntansi model Italia pada abad 16, sangat menarik kalau dibandingkan dengan model teori sekarang ini :

Akuntansi memberikan informasi kepada pemilik perusahaan. Pacioli menyatakan: “Tujuan tat buku adalah: memberikan kepada pedagang informasi mengenai assets dan liabilitiesnya dengan tepat”. Jadi laporan keuangan merupakan laporan stewardership dan sebagai dasar pemberian kredit, maka sangat dirahasiakan dan tidak ada tekanan dari pihak luar perusahaan untuk ketelitian maupun keseragaman.

Dilaporkannya masalah pribadi dan usaha secara secara bersama-sama. Pacioli menyatakan bahwa inventory termasuk kas, barang2 berharga, pakaian, barang2 rumah tangga dan kekayaan lain yang dimiliki pemilik perusahaan. Tetapi pada perkembangannya tidak jarang pengusaha mengadakan pembukuan secara terpisah sebagaimana lazimnya adanya pemisahan harta pemilik dengan perusahan.

Tidak adanya konsep kontinuitas, karena pd saat itu usaha kebanyakan berumur pendek, misalnya satu perjalanan laut saja. Akibatnya profit dihitung setelah revenue, tanpa konsep laba berkala dan tidak diberlakukan prinsip accruals dan deferrals. Sedangkan aktiva tetap hanya sebagian kecil dalam dunia usaha. Pacioli lebih mementingkan perhitungan inventory, hal ini menggambarkan titik mulai usaha.

Kurang adanya suatu unit keuangan tunggal yang stabil sehingga tidak dipraktekkan double entry. Pacioli menyatakan bukan saja nama pembelian dan penjualan yang dicatat, tetapi juga deskripsi dari barang, beratnya atau ukurannya, harga dan syarat2 pembayarannya dan jika kas diterima akan tercatat pembukuan jenis mata uang dan nilainnya.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: